Manuwani adalah Lembaga yang mulai melalukan aktifitasnya sejak Mei 2018. Mula-mula pastilah dengan kelompok Amarylis. Kawan-kawan dari komunitas inilah yang memberikan asupan yang tidak sedikit pada Manuwani memantapkan hati untuk berjejaring dan membangun organisasi dengan lebih solid.
Saya ingat di suatu sore, di tahun 2018. Hari itu mendung, dan meskipun langit sudah mulai benar-benar gelap, hujan tak datang pada akhirnya. Saya bertemu dengan Mpok Ani, perempuan itu tengah menceritakan kisah sedihnya pada Odeng. Bersama kami ada 3 perempuan lain yang bergabung dan menceritakan kisah yang tidak kalah perihnya. Kemudian kami mulai mengumpulkan mozaik-mozaik itu untuk mencari dan menimbang rumah bagaimana satu yang bisa kami bangun untuk kawan-kawan semua.
Bukan hal mudah tentu saja, meski saya sendiri sudah lebih dari 10 tahun berkecimpung di dunia Gerakan akar rumput di Indonesia. Saya tidak mau terpuruk dan terjatuh pada satu rumah yang bukannya menjadi tempat aman untuk anggotanya berkembang dan berdaya, namun justru memandulkan semangat berkreasi dan hidup mereka. Karenanya prosesnya tidak singkat. Kami terus melakukan diskusi-diskusi panjang dengan kawan-kawan. Mereka tidak saja dari komunitas yang telah dan masih akan kami dampingi, akan tetapi juga kawan-kawan dari lembaga atau organisasi lain.
Tujuan utama kami adalah menjadi rumah. Tempat perempuan-perempuan tersisih yang dilemahkan oleh sistem dan budaya tersebut, merasa memiliki bahu untuk bersandar, telinga untuk mendengar, dan isi kepala yang menenangkan alih-alih mendapat penghakiman.
Semula hanya ada saya dan Odeng, juga Mpok Ani. Kami bertiga akhirnya sepakat memberanikan diri solid berkomitmen dan bekerja dengan lebih baik untuk kepentingan kawan-kawan kelompok perempuan yang merupakan dampingan utama kami.
Perjuangan Yayasan Manuwani masih akan sangat panjang dan membutuhkan dukungan serta masukan dari kawan-kawan semua untuk berjejaring dan bekerja bersama-sama. Pada bulan Desember 2024 sebagai organisasi yang komit terhadap penghapusan kekerasan dan diskriminasi pada perempuan, kami turut serta turun ke jalan untuk melakukan longmarch dalam menyuarakan isu perempuan yang tertindas karena adanya perda diskriminatif terhadap perempuan.
Manuwani juga melibatkan diri pada diskusi-diskusi besar guna satu tujuan bersama dengan lembaga dan organisasi lain di Indonesia. Sebagai seseorang yang saat ini dipercaya oleh kawan-kawan untuk memimpin Manuwani, saya percaya bahwa perempuan bisa berdaya dan menjadi pemimpin seperti gender lainnya dengan memberikan ruang dan kepercayaan untuk perempuan bertumbuh.
Akhirnya semoga website ini, sekaligus Yayasan Manuwani dapat menjadi bagian dari perempuan yang berdaya dan berjuang untuk menghapus kekerasan dan diskriminasi di Indonesia.
Salam,
Direktur Yayasan Manuwani
Lia Andriyani
